Komunitas Pendidikan Bersinergi Dukung Diseminasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

sesi pembukaan Sosialisasi Rencana Diseminasi Program Prioritas Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya peran komunitas dan organisasi pendidikan sebagai mitra strategis Kemendikdasmen

Semangat kolaborasi mewarnai kegiatan Sosialisasi Rencana Diseminasi Program Prioritas Pendidikan Dasar dan Menengah yang diselenggarakan BKHM Kemendikdasmen di Aula Mitra Nusantara, BPMP Jakarta, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan berbagai komunitas pendidikan, mulai dari komunitas orang tua, guru, hingga pelajar, untuk bersama-sama mendukung penyebarluasan program prioritas Kemendikdasmen.

Komunitas yang hadir antara lain Sidina Community, Kami Pengajar, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Forum Guru Muhammadiyah, Patriot Pelajar Mahasiswa, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar (IP) Persis, dan IP Muhammadiyah. Kehadiran berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah dan sekolah.

Pada sesi pembuka, disampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam mendukung transformasi sistem pembelajaran menuju pendidikan yang bermutu untuk semua. Komunitas diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus mengawal implementasi berbagai program prioritas Kemendikdasmen.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai layanan digital yang dikembangkan Kemendikdasmen. Salah satunya adalah Rumah Pendidikan yang dikembangkan Pusdatin sebagai platform kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan. Selain itu, diperkenalkan pula Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) yang menyediakan buku-buku berkualitas secara daring dengan jenjang pembaca yang disesuaikan dengan kemampuan literasi anak.

Pada sesi berikutnya, Bapak Irfan Aryanto memaparkan materi mengenai Digitalisasi Pembelajaran sebagai instrumen peningkatan kualitas proses pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Digitalisasi juga mendukung revitalisasi sekolah melalui penyediaan sarana pembelajaran yang lebih interaktif sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Sementara itu, Bapak Dwipo Kuncoro dari Tim Komunikasi Sekretariat Jenderal GTK Kemendikdasmen mengajak komunitas pendidikan untuk berperan aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Menurutnya, komunitas memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyosialisasikan program prioritas sekaligus menangkal penyebaran hoaks di bidang pendidikan.

Selain berbagai program prioritas yang telah disampaikan sebelumnya, Ibu Irene Riana Chuang dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) juga memaparkan sejumlah program penguatan karakter yang akan terus didorong di satuan pendidikan. Program tersebut meliputi pedoman pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gerakan Kepanduan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), serta Pedoman Pendidikan Karakter melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh program tersebut diharapkan mampu membangun budaya positif di sekolah sekaligus memperkuat karakter peserta didik sejak dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) yang menyampaikan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi pembelajaran. Program yang diperkenalkan meliputi peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta pelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.

Pada kegiatan ini, peserta juga memperoleh pembaruan mengenai berbagai program strategis Kemendikdasmen, seperti implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang masih bersifat pilihan bagi peserta didik, pengembangan simulasi TKA secara daring, revitalisasi sekolah berdasarkan data Dapodik, penyaluran tunjangan guru ASN langsung ke rekening penerima, peningkatan kualifikasi guru, hingga rencana pemberlakuan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun 2027.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap komunitas pendidikan dapat menjadi mitra yang aktif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas, berbagai program prioritas diharapkan dapat dipahami dan diimplementasikan secara lebih luas demi mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua. (feby/srm)

Perwakilan Sidina Community mengikuti Sosialisasi Rencana Diseminasi Program Prioritas Pendidikan Dasar dan Menengah yang diselenggarakan BKHM Kemendikdasmen di BPMP DKI Jakarta Jumat (17/7/2026)

 

Leave a Comment