Rumah Pendidikan Perkuat Peran Orang Tua Mendampingi Anak Belajar di Era Digital

Akses terhadap sumber belajar kini semakin mudah berkat perkembangan teknologi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan keterlibatan orang tua agar proses belajar anak tetap bermakna. Pesan inilah yang mengemuka dalam webinar bertajuk “Mengoptimalkan Pemanfaatan Rumah Pendidikan Sebagai Akses bagi Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah” yang diselenggarakan Sidina Community bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (6/8/2026), secara daring melalui Zoom.

Webinar menghadirkan Ibu Fierna Dwi Rahmadani dari Pusdatin Kemendikdasmen sebagai narasumber yang mewakili Kapusdatin Kemendikdasmen Bapak Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si, dengan Heni Widiyaningsih, Fasilitator Sidina Community, sebagai moderator. Dalam paparannya, Fierna memperkenalkan Rumah Pendidikan, superaplikasi yang dikembangkan Kemendikdasmen untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform. Melalui aplikasi ini, orang tua, peserta didik, guru, tenaga kependidikan, sekolah, hingga masyarakat dapat mengakses informasi, sumber belajar, dan berbagai layanan pendidikan secara lebih mudah, praktis, dan terintegrasi.

Dalam paparannya, beliau mengemukakan bahwa di balik kemudahan akses terhadap sumber belajar di era digital, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. Kualitas pendampingan orang tua menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses belajar anak. Dalam keseharian, orang tua dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari anak yang lebih tertarik menonton TikTok atau YouTube Shorts, kurang berminat membaca, sulit berkonsentrasi, hingga keterbatasan waktu karena orang tua bekerja. Di sisi lain, banyaknya informasi yang tersedia di internet membuat orang tua tidak selalu mudah menemukan sumber belajar yang kredibel dan sesuai dengan kebutuhan anak. Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa kemudahan akses terhadap informasi perlu diiringi dengan ketersediaan sumber belajar yang lebih terarah dan dapat diandalkan. Rumah Pendidikan diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut dengan menyediakan akses terhadap berbagai sumber belajar dan layanan pendidikan yang lebih mudah, terarah, dan bermakna sesuai dengan kebutuhan keluarga. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam memilih dan memanfaatkan sumber belajar secara tepat.

Menurut Fierna kembali, Rumah Pendidikan merupakan bagian dari transformasi digital di bidang pendidikan yang bertujuan memudahkan masyarakat mengakses layanan tanpa harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Superaplikasi ini menghadirkan delapan ruang layanan, yaitu Ruang Murid, Ruang GTK, Ruang Orang Tua, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, dan Ruang Publik, sehingga setiap pengguna dapat mengakses layanan sesuai dengan peran dan kebutuhannya dalam ekosistem pendidikan.

Khusus bagi orang tua, Ruang Orang Tua menyediakan berbagai informasi dan sumber belajar untuk mendampingi anak belajar di rumah. Sementara itu, Ruang Murid menjadi sarana belajar bagi peserta didik, sedangkan Ruang GTK mendukung pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran ruang-ruang lainnya melengkapi ekosistem layanan pendidikan yang menghubungkan keluarga, sekolah, pemerintah, mitra, dan masyarakat dalam satu platform digital.

Selama webinar, peserta juga diajak mengenal berbagai fitur yang tersedia di Rumah Pendidikan serta cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai pemanfaatan aplikasi sebagai pendukung proses belajar anak di rumah. Pada sesi penutup, Fierna mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pendidikan. “Di era digital, sumber belajar memang semakin mudah diakses. Namun, teknologi hanyalah alat. Agar proses belajar anak tetap bermakna, kehadiran orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua, menjadi sebuah keharusan”, ujarnya. Ia menambahkan bahwa Rumah Pendidikan tidak hadir untuk menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, superaplikasi ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah melalui akses yang lebih luas terhadap berbagai sumber belajar.

Fierna berharap semakin banyak orang tua memanfaatkan Rumah Pendidikan secara konsisten sebagai pendamping proses belajar anak di rumah. Dengan dukungan teknologi yang tepat dan kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih menyenangkan, terarah, dan bermakna sehingga mampu mempersiapkan anak menghadapi masa depan yang lebih baik.

Webinar ini kembali menegaskan bahwa teknologi merupakan sarana untuk memperkuat pendidikan, bukan menggantikan peran pendidik maupun keluarga. Pada akhirnya, kolaborasi yang erat antara orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi setiap anak. (srm)

Leave a Comment