ToT Fasilitator Sidina Community

Pada tanggal 20–22 Juni 2025, Sidina Community bersama BKHM Kemendikdasmen mengundang lima puluh  anggota Sidina Community yang telah memenuhi persyaratan dan lolos seleksi untuk mengikuti Training of Trainers (ToT) Sidina Community 2025 yang diselenggarakan di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Selama tiga hari pelatihan dengan jadwal yang padat, suasana penuh semangat, keakraban, dan keceriaan tetap terasa di antara seluruh peserta.

Kepala BKHM Kemendikdasmen, Bapak Anang Ristanto, secara resmi membuka ToT Sidina Community 2025. Dalam sambutannya, beliau berharap para peserta dapat membagikan ilmu yang diperoleh serta menyosialisasikan berbagai kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan lingkungan sekolah, baik melalui kegiatan tatap muka maupun media sosial.

Koordinator Nasional Sidina Community, Ibu Leny Vinisah, turut memberikan sambutan yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta. Antusiasme tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan ToT Sidina Community 2025.

Materi yang disampaikan dalam ToT Sidina Community 2025 meliputi:

  1. Penguatan Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter melalui Program 7 KAIH serta Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
  2. Urgensi Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Generasi Emas Indonesia.
  3. Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
  4. Penerapan Pembelajaran Mendalam.
  5. Penguatan Fasilitator Sidina Community.
  6. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Platform yang Efektif untuk Menyampaikan Informasi.
  7. Suara yang Menginspirasi.
  8. Penjelasan Petunjuk Teknis (Juknis) Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Sosialisasi.

Selain memperoleh pembekalan materi, peserta ToT Sidina Community 2025 juga mendapat kesempatan untuk membuat konten kreatif secara berkelompok mengenai berbagai kebijakan Kemendikdasmen, seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Program 7 KAIH. Setiap kelompok juga mempresentasikan hasil diskusinya sesuai tema yang telah ditentukan.

Salah satu sesi yang paling membekas adalah sesi refleksi bersama Teh Novyanti Absyari. Melalui obrolan dari hati ke hati, para peserta diajak menyelami perjalanan diri, mengungkapkan harapan, kegelisahan, serta rasa yang selama ini tersimpan. Suasana pun berubah menjadi penuh haru, dengan air mata yang mengalir sebagai ungkapan kelegaan dan rasa syukur.

Momen perpisahan (farewell party) untuk Ibu Susi Sukaesih semakin menambah kehangatan sekaligus keharuan acara. Ucapan terima kasih, doa, dan pelukan dari para peserta menjadikan suasana dipenuhi haru dan kebersamaan.

Meski demikian, semangat para peserta untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan Kemendikdasmen tetap menyala. Keceriaan kembali terpancar saat seluruh peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat bersama. Kegiatan tersebut menjadi penutup yang penuh energi, sekaligus menguatkan semangat untuk terus menjadi ibu yang sehat, cerdas,dan berdaya di tengah masyarakat.

 

 

Leave a Comment