Belajar Budaya Aksara Karo sejak Dini

“Peran budaya adalah bentuk yang melaluinya kita sebagai masyarakat merefleksikan siapa kita, di mana kita pernah berada, di mana kita berharap.” – Wendell Pierce.

Bhineka Tunggal Ika itulah kita berbeda namun satu. Kesatuan yang memerdekakan, memajukan dan mensejahterakan itulah Indonesia.

Halo “Mejuah-juah” itu sapaan dalam budaya Karo yang artinya salam sehat sejahtera. Salam kenal karena tak kenal maka tak sayang.

Sebagai masyarakat berbudaya, aku memperkenalkan diri karena budaya kita di Indonesia adalah warisan yang mahal harganya. Seperti kalimat “Pelestarian budaya sendiri tidak memerlukan penghinaan dan tidak hormat terhadap budaya lain.” oleh Cesar Chavez, bahwa kita perlu dan butuh menggaungkan kekayaan kita di mata internasional.

Pentingnya Belajar Budaya Karo

Sebagai masyarakat, menjaga dan melestarikan adalah tugas kita. Bahkan sekarang menjadi Ibu tentunya merupakan guru pertama untuk anaknya. Hal inilah yang membuat semangat mengajak kedua buah hatiku mengikuti kegiatan kebudayaan.

Sama halnya dengan kita mengajari anak kita sejak dini untuk tahu siapa namanya, nama orangtua dan sanak saudaranya, demikianlah harusnya juga dengan budaya, adat, sukunya karena itu merupakan jati dirinya.

Budaya Aksara Karo

Sejak dini dikenalkan, diajarkan maka akan jauh lebih mudah dan menyenangkan dibandingkan harus mengajarinya setelah dewasa. Setelah mencoba menjelaskan dari rumah kegiatan apa yang akan dilakukan dan seperti apa kegiatanya, anak-anak mengerti untuk bersikap di tempat acara berlangsung.

Hingga selesai acara semua bisa sama-sama belajar dan mengikuti kegiatan seminar dengan baik. Ya, Seminar tentang Aksara Karo yang diadakan tanggal 26 Januari 2024 lalu di salah satu Hotel di Berastagi, Sumatera Utara.

Ini adalah salah satu kegiatan dari pelestarian budaya dimana nilai-nilai budaya yang ada mulai diangkat kembali. Tujuannya untuk:

  • menghidupkan ingatan
  • dipakai dalam kehidupan

Tentunya tujuan ini tidak lain agar setiap lintas generasi bisa tahu dan tidak hilang.

Aksara Karo merupakan bagian dari budaya Karo yg berbentuk tulisan simbol dipakai sebagai media serta instrumen pengantar ilmu pengetahuan, adat istiadat, seni, juga terdapat dlm surat undangan, ragam hias pada rumah adat, alat musik tradisional dan sebagai bahan pelajaran (muatan lokal).

Beruntung sekali di Seminar itu bisa bertemu lagsung dengan narasumber yang ahli dibidangnya. Salah satu metode mengajari anak adalah dinyanyikan. Metode belajar yang menarik dan membuat anak lebih cepat mengingatnya.

Pengalaman anakku saat belajar mengikuti narasumber yang menyebutkan Aksara Karo dengan menyanyikanya. Otomatis anakku bisa dengan cepat mengulangi dan akhirnya bisa hafal. Senang sekali rasanya bisa bertemu ahlinya.

Belajar Budaya Karo bersama Anak

Di acara ini, ibu dan anak sama-sama belajar. Ternyata menyenangkan sekali belajar bersama dengan gembira.

Ternyata seperti itu lah yang perlu dikembangkan dalam metode belajar. Lagu anak dengan judul “Sayonara” meski saat ini diminta menyanyikannya pasti masih hafal semua, kan? Nah, ini karena metode menyanyikan dilakukan dalam kondisi senang dan riang. Memori otak akan sangat mudah merekamnya dan melekat lebih lama.

Selain belajar bahasa Karo, di acara ini juga terdapat banyak performance lain seperti:

  • gerak dan tari
  • permainan kulcapi
  • ndikar atau pencak silatnya suku Karo

Pastinya acara tersebut sangat dinikmati siapa saja yang berkunjung.

***

Well, selalu pastikan mengajak anak ke event yang memang memberikan pengalaman dan wawasan baru. Sebab, orangtua punya keterbatasan untuk mengajarkan apa saja. Cukup mendampinginya menimba ilmu di mana saja dan kapan saja. Pastikan juga anak dalam kondisi bahagia sehingga ilmu diterima dengan mudah juga.

************

  • Penulis: Anggraeni Ginting – @anggraeni_ginting
  • Editor: Rahmah – @bundabelajar__

Leave a Comment