Hai, Ibu Sehat Cerdas dan Berdaya, tahukah kalian bahwa di tanggal 2 Mei 2024, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dilaksanakan pula Rembuk Komunitas. Acara yang dihadiri 3 komunitas bergerak pada bidangĀ pendidikan dan Merdeka Belajar ini dilaksanakan di gedung D Kemdikbudristek RI.
Komunitas yang hadir diantaranya:
- Komunitas Guru Penggerak (KP)
- Komunitas Ibu Penggerak (Sidina Community)
- Pelajar Penggerak (Merdeka Pelajar RI)
- Para pelajar dan mahasiswa penerima beasiswa dari Kemdikbudristek RI.
Acara yang dipandu oleh MC Suci Patia ini dimulai pada 14.00 WIB. Pemutaran video para pemenang kompetisi Merdeka Belajar yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristekdikti RI beserta komunitas menjadi motivasi tersendiri yang memantik semangat para komunitas penggerak.
Semua peserta yang hadir, dari Sabang hingga Merauke, saling bergandengan tangan, berjuang sesuai dengan peran dalam mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar. Para hadirin terpukau dengan video-video yang dibuat apik berisi perjuangan penerapan praktik baik di satuan pendidikan masing-masing.
Karena terlalu fokusnya, peserta sempat tak menyadari tanda-tanda kedatangan tamu spesial yang dinanti. Kehadiran Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim langsung menjadi magnet antusiasme peserta acara yang berjumlah lebih dari 500 undangan ini. Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai meneriakkan yel-yel masing-masing komunitas menambah semarak acara. Ya, tamu VIP yang dinantikan telah tiba.

Setelah menyapa para komunitas, acara utama bertajuk “Tanya Mas Menteri” pun dimulai. Tak ketinggalan, Sidina Community yang diwakili oleh Ibu Illa Sangaji ikut menanyakan tentang kemajuan pendidikan di wilayah timur Indonesia.
Mas Menteri menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya dengan padat dan jelas. Beliau menegaskan tentang program-program Kemdikbud yang sudah dijalani selama 5 tahun. Banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi dalam mewujudkan kemajuan dalam pendidikan. Perubahan pastinya membutuhkan pengorbanan dan penyesuaian. Tentunya dibutuhkan semua pihak untuk mewujudkannya.
Dalam hal ini pertanyaan akan kegelisahan para orang tua tentang sistem zonasi pun dijawab. Menurut beliau, sistem zonasi diperlukan untuk pemetaan sekolah berdasarkan wilayah, melalui sistem ini akan terdata sekolah yang kurang, sekolah yang masih butuh penambahan jumlah siswa, dan terkait dengan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah.
Memang dalam praktiknya terdapat tumpang tindih, oknum yang curang dan memanfaatkan situasi, dan hambatan lainnya. Kedepannya diharapkan semua orang secara adil dapat bersekolah di sekolah terdekat dan mendapatkan hak pendidikan yang sama, tanpa membedakan status sosial ekonomi.
Diskusi dua sesi bersama Mas Menteri terasa cukup hangat dan tanpa terasa waktu yang membatasi sehingga beliau harus meninggalkan acara dan diskusi kemudian dilanjutkan oleh para pejabat Kemdikbudristek lainnya.
Diskusi tersebut dipandu oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Bapak Anang Ristanto, dengan pembicara Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Bapak Zulfikri Anas, Kepala BSKAP Bapak Anindito Aditomo, dan para petinggi Kemdikbudristekdikti lainnya.
Semua pertanyaan audiens dijawab dengan padat dan jelas. Diskusi pun berjalan sekitar satu jam. Waktu akhirnya membatasi pertemuan yang sarat ilmu lagi bergizi pengetahuan ini.
Acara ditutup pembawa acara dengan tertib. Tak lupa ada foto sesi di setiap momen berharga yang sayang sekali dilewatkan. Rembuk Komunitas memberikan kesan hangat di hati para peserta. Tak hanya acara yang seru, bingkisan goodibag yang dibawa sebagai oleh-oleh pun menjadi kenangan tak terlupakan oleh setiap peserta.
Ucapan terima kasih tak terhingga kepada Panitia Acara dari Kemdikbudristekdikti RI yang luar biasa karena sudah menyiapkan acara yang spektakuler ini.
Semangat Komunitas dalam Rembuk Komunitas 2024, Semangat Lanjutkan Merdeka Belajar!